3 Faktor Kunci Penyebab Timnas U-22 Kalah Telak Dari Myanmar

Timnas U-22 yang diharapkan bisa memenangkan pertandingan di pertandingan debutnya ternyata harus mau menelan pil pahit dengan mengakui kekalahan dari Myanmar dengan skor 1-3.

Meskipun hanya berlabel pertandingan persahabatan atau uji coba, namun pertandingan melawan Myanmar yang digelar di Stadion Pakansari, Bogor pada hari Selasa kemarin (21/3/2017) merupakan pertandingan debut bagi Timnas U-22 dan juga bagi pelatih TImnas U-22 asal Spanyol, Luis Milla.

Meskipun pada awal-awal babak pertama Timnas U-22 sanggup memainkan permainan cepat dan mampu mengimbangi permainan Myanmar, namun keadaan berbeda justru terjadi di babak kedua. Permainan Timnas di babak kedua tidak bisa berkembang dan malah kebobolan dua gol. Kenapa bisa begitu?

Berikut ini Liga.ID beberkan 3 faktor penyebab Timnas U-22 harus mengakui kekalahan dari Myanmar:

1. Timnas U-22 Baru Terbentuk

Seperti diketahui, Timnas U-22 merupakan Tim baru yang baru saja terbentuk pada bulan Februari lalu.

Dan karena baru saja terbentuk serta berisi skuat muda, para skuat Garuda Muda ini butuh untuk beradaptasi dan belajar permainan lebih banyak.

Terlebih lagi di pertandingan melawan Myanmar tersebut, merupakan pertandingan pertama bagi para Garuda Muda.

“Perlu saya ulangi lagi, ini pertandingan pertama kami dan lawan yang kami hadapi adalah lawan yang membuat kami harus mengeluarkan banyak energi,” ujar Milla di acara jumpa pers seusai laga Timnas U-22 Vs Myanmar.

2. Myanmar menurunkan pemain senior

Dalam lawatannya ke Indonesia, pelatih Myanmar asal Jerman, Gerd Zeize, memboyong 21 pemainnya ke Indonesia, dan 10 diantaranya adalah para pemain senior Myanmar.

Alasan Gerd Zeize memboyong para pemain seniornya ini adalah karena tim yang dibawanya ini tengah dipersiapkan untuk menjalani pertandingan Kualifikasi Piala Asia 2019.

Timnas Indonesia yang menurunkan skuat U-22 memang harus berjuang lebih keras tatkala bertemu dengan para pemain senior Myanmar ini. Dan hasilnya, Myanmar mampu menyarangkan dua gol ke gawang Indonesia Muda.

3. Faktor Fisik Timnas U-22

Di babak pertama, Timnas U-22 mampu bermain cepat dan berhasil merepotkan pertahanan Myanmar, serta berhasil mencuri gol terlebih dahulu.

Tetapi kemudian, lambat laun permainan Timnas U-22 melambat, dan ditengarai faktor fisik Timnas U-22 lah yang menjadi penyebab.
Selain itu banyaknya pemain Indonesia yang kram di babak kedua, juga menjadi indikasi jika fisik para pemain Timnas U-22 memang kedodoran.

Melemahnya fisik para pemain Timnas U-22 ini juga menjadi perhatian tersendiri bagi Luis Milla.

“Babak pertama kami bermain bagus, babak kedua kurang bagus karena fisik berkurang. Nanti kami akan cari solusi untuk mencari bagaimana agar fisik bagus di babak pertama dan kedua,” ungkap pelatih Timnas U-22 berkebangsaan Spanyol ini.